Didasari Dendam, 8 Pemuda Pengeroyokan Diringkus Satreskrim Polresta Sidoarjo

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Sumardji, Ketika Berikan Keterangan Kepada Awak Media
Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Sumardji, Ketika Berikan Keterangan Kepada Awak Media

Terkini.id, Sidoarjo – Satreskrim Polresta Sidoarjo, tangkap delapan pemuda yang diduga sebagai tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan di tiga tempat lokasi yang berbeda. 

Delapan tersangka tersebut diantaranya berinisial, MRP (20) warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo, AWS (23) warga Desa Karangtanjung, Kecamatan Candi, HDR (19) warga Manukan, Kecamatan Tandes, Surabaya, RTP (22) warga Kelurahan Lemahputro, Kecamatan Sidoarjo, RS (22) warga Desa Gelam, Kecamatan Candi, dan DP (20) warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo. 

Selain itu, dua diantaranya yang berusia dibawah umur yakni PP (17) dan RHP (17) keduanya warga Kecamatan Sidoarjo.

8 Pemuda Tersangka Pengeroyokan

Disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji, kedelapan tersangka ini, diduga melakukan tindak pidana pengeroyokan atau penganiayaan.

Selanjutnya, mereka semua diduga terlibat dalam pengeroyokan di pertigaan Pucang, Kecamatan Sidoarjo pada hari yang sama. Untuk memastikannya masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Sumardji, di Mapolresta Sidoarjo, Rabu, 03 Februari 2021

Lebih jauh Sumardji menjelaskan, setelah menerima informasi bahwa ada pengeroyokan di daerah Gelam Kecamatan Candi, tim unit pidum melakukan penyelidikan dan didapatkan informasi bahwa orang yang diduga melakukan pengeroyokan tersebut adalah para tersangka.

Kemudian penyelidikan dilakukan dan berhasil diamankan para tersangka tersebut. Tersangka tersebut diamankan di tempat yang berbeda beda, ada yang diwarkop dan ada yang sedang dirumah, selanjutnya para tersangka dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk dilakukan pemeriksaan.

Aksi pengeroyokan dan pelemparan dilakukan di tiga lokasi berbeda. Yakni mulai dari Jln. Raya Gelam, Kecamatan Candi, kemudian di depan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) hingga di pertigaan Pucang, Kecamatan Sidoarjo.

Sementara, para tersangka tersebut melakukan pengeroyokan terhadap para korban dengan cara memukul dan menendang korban dengan tangan kosong.

Dari keterangan Sumardji, tersangka berinisial MRP, memukul korban di bagian kepala dengan kapak, serta melakukan pengerusakan sepeda motor Yamaha Mio warna hijau dan Honda Vario warna putih.

“Pengeroyokan ini didasari karena MRP, merasa sakit hati karena dikeroyok oleh orang yang belum dikenal dan salah satunya menggunakan atribut Perguruan Silat”, terang Sumardji, kepada awak media.

Disamping itu, aksi kelompok pemuda ini sudah direncanakan. Para tersangka mau balas dendam tapi salah orang. Dan Semua orang yang ditemui dijadikan sasaran.

Berdasarkan hasil laporan dua korban, kata Sumardji baik aksi di Gelam, Umsida mapun di Pucang sama-sama dilakukan ramai-ramai. Selisihnya antara 30 sampai 45 menit dari setiap kejadian. Sedangkan arah perjalanan kelompok para tersangka ini dari Candi menuju Kota (Sidoarjo).

“Karena para korban hingga kini masih di rumah sakit, kami akan terus mengejar para anggota kelompok ini. Kami mensinyalir pelakunya tidak hanya 8 pemuda ini saja. Kami akan mengembangkan penyelidikan mendalam hingga terungkap keterlibatan kelompok ini dalam aksi di Pucang,” tegasnya.

Terhadap para tersangka telah melakukan tindak pidana pengeroyokan atau penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP atau pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun 6 bulan.

Diketahui, korban penganiayaan para tersangka dengan TKP di Gelam, Kecamatan Candi terluka akibat benda tajam berupa kapak. 

Kemudian, korban lainnya Hendri Setiawan dan Rosalia May Dwinanti saat berboncengan dan melintas di Pertigaan Pucang, Kecamatan Sidoarjo Minggu, 31 Januari 2021, dini hari juga menjadi korban. Keduanya dihadang para pemuda dan dianiaya. Bahkan, kepala Rosalia dihantam paving hingga membuat korban tidak sadarkan diri.

“Saat ini korban yang dirawat di Rumah Sakit Sidoarjo sudah sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Kemarin, aggota sudah menemui untuk meminta keterangan. Keterangan kedua korban, mereka dikeroyok dan dilempar paving. Pelakunya sekitar puluhan remaja,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Satpol-PP Lakukan Razia Prokes, Pekat, dan RHU Selama Ramadhan Secara Rutin Di Sidoarjo

Menu Khas Ramadhan Ala Mesir, Luminor Hotel Sidoarjo Tempatnya

APEKSI Dukung Program BPJAMSOSTEK Tentang Perlindungan Pekerja Rentan Dan Non ASN

Presiden RI Jokowi Perintahkan Elemen Pemerintahan Dukung BPJAMSOSTEK

Utamakan Kenyamanan Dan Keselamatan Tamu, Karyawan Luminor Hotel Di Vaksin

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar