160 Orang Tewas Tersambar Petir di India, 84 Meninggal Terseret Banjir

banjir di assam india
Banjir di Assam India. Foto: Zeenews

Terkini.id, Sidoarjo – Setidaknya 10 orang tewas terkena sambaran petir di Bihar, sebuah negara bagian di India, Minggu 19 Juli 2020. Tiga orang tewas di Purnea, dua di Begusarai dan masing-masing satu di Patna, Saharsa, Champaran Timur, Madhepura dan distrik Darbhanga, kata seorang pejabat Departemen Manajemen Bencana.

Lebih dari 160 orang tewas akibat sambaran petir di negara bagian dalam tiga minggu terakhir. Jumlah tertinggi mencatat 83 orang tewas akibat sambaran petir di 23 distrik dalam sehari pada kamis, 25 Juni 2020.

Kepala Menteri Negara Bagian Bihar Nitish Kumar, Minggu 19 Juli 2020 menyatakan belasungkawa atas kematian 10 orang karena sambaran petir selama badai petir di setidaknya tujuh distrik di negara bagian itu. Dia mengumumkan kompensasi Rs 4 lakh atau setara dengan Rp. 82 juta, kepada keluarga masing-masing korban.

Nitish Kumar mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tinggal di dalam rumah selama mungkin selama cuaca buruk. Dia juga meminta orang untuk mengikuti saran yang dikeluarkan oleh Departemen Manajemen Bencana dalam hal ini.

India saat ini sedang menghadapi cuaca buruk di sejumlah negara bagian. Bencana banjir juga terjadi di Assam yang mengakibatkan setidaknya 84 orang meninggal.

Dikutip dari ZeeNews, Minggu, 19 Juli 2020 Perdana Menteri India Narendra Modi menulis twit, bahwa ada “berita tragis” kematian di beberapa distrik Bihar dan Uttar Pradesh, di India utara, selama hujan lebat dan kilat. Dia mengatakan pemerintah negara bagian sudah turun tangan dalam pekerjaan bantuan darurat.

“Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang kehilangan nyawa karena bencana ini,” katanya.

Hal yang sama diucapkan Kepala Menteri Negara Bagian Benggala Barat, Mamata Banerjee. Dalam cuitan di Twitter, ia mengatakan kesedihannya dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga orang yang meninggal.

Konten Bersponsor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar